Mentan

Mentan Tegaskan Swasembada Beras Berkelanjutan Dan Siap Ekspor

Mentan Tegaskan Swasembada Beras Berkelanjutan Dan Siap Ekspor
Mentan Tegaskan Swasembada Beras Berkelanjutan Dan Siap Ekspor

JAKARTA - Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa swasembada beras Indonesia kini berada pada posisi yang kuat dan berkelanjutan, seiring meningkatnya stok cadangan beras pemerintah (CBP). 

Mentan menekankan bahwa penguatan stok beras nasional menjadi fondasi penting bagi keberlanjutan swasembada pangan dan kesiapan ekspor.

Menurut Mentan, stok CBP saat ini mencapai sekitar 3,5 juta ton dan diproyeksikan terus meningkat menjelang panen raya. 

Tren produksi beras nasional naik sekitar 15 persen hingga Maret 2026, sehingga jika konsistensi ini bertahan selama tiga bulan, stok cadangan diperkirakan mencapai 6 juta ton angka yang belum pernah terjadi sejak kemerdekaan Indonesia.

Surplus beras ini tidak hanya memberi keamanan pangan bagi masyarakat, tetapi juga membuka peluang ekspor ke negara sahabat. Pemerintah menilai peningkatan produksi beras menjadi bukti keberhasilan pengelolaan pertanian nasional yang berkelanjutan.

Peluang Ekspor Beras ke Negara Sahabat

Dengan stok beras yang terus bertambah, Indonesia mulai menyiapkan rencana ekspor ke beberapa negara, termasuk Filipina, Malaysia, Arab Saudi, dan Papua Nugini.

Mentan menjelaskan bahwa jika tidak ada hambatan selama tiga bulan ke depan, Indonesia siap mengirim beras bahkan dari wilayah timur langsung ke Papua Nugini.

Presiden Prabowo Subianto juga telah menegaskan capaian swasembada beras Indonesia di forum internasional, menekankan keberhasilan menekan impor dan memperkuat kemandirian pangan nasional. 

Strategi ini bukan hanya soal jumlah produksi, tetapi juga efisiensi distribusi, penguatan rantai pasok, dan dukungan logistik agar surplus bisa dimanfaatkan untuk pasar ekspor.

Mentan menekankan bahwa surplus beras yang terjaga adalah hasil kerja keras seluruh jajaran pertanian pusat dan daerah, yang disebutnya sebagai “pahlawan pangan” karena kontribusi mereka dalam meningkatkan produksi nasional.

Program Cetak Sawah dan Optimalisasi Lahan

Keberlanjutan swasembada tidak hanya ditopang oleh produksi jangka pendek, tetapi juga melalui penguatan fondasi struktural. Mentan menjelaskan program cetak sawah dan optimalisasi lahan (oplah) menjadi strategi utama pemerintah.

Tahun lalu, realisasi cetak sawah mencapai 200 ribu hektare, dan tahun ini ditargetkan meningkat menjadi 250 ribu hektare. Program oplah juga telah berjalan ratusan ribu hektare selama dua hingga tiga tahun terakhir, yang membuat kapasitas produksi nasional meningkat.

Menurut Amran, upaya ini memastikan swasembada beras minimal bertahan 5 sampai 7 tahun, bahkan berpotensi hingga 10 tahun jika program terus berlanjut. 

Langkah-langkah tersebut mencerminkan pendekatan strategis pemerintah untuk menjaga ketahanan pangan dan meningkatkan posisi Indonesia sebagai negara penghasil beras yang mandiri.

Fokus Swasembada Pada Beras dan Komoditas Strategis Lainnya

Saat ini, terdapat sembilan komoditas yang sudah mencapai swasembada, yakni beras, gula konsumsi, cabai besar, cabai rawit, jagung, minyak goreng, daging ayam, telur ayam, dan bawang merah. Namun, pemerintah masih memprioritaskan dua komoditas lain, yakni kedelai dan bawang putih, untuk mencapai kemandirian penuh.

Mentan menjelaskan bahwa kedelai menjadi tantangan utama, sementara bawang putih lebih memungkinkan untuk diselesaikan terlebih dahulu. Swasembada gula konsumsi juga ditargetkan selesai tahun ini, sedangkan gula industri diperkirakan menyusul dalam tiga hingga empat tahun ke depan.

Kebijakan ini menunjukkan strategi pemerintah untuk menyeimbangkan produksi pangan pokok dengan kebutuhan pasar domestik dan ekspor. Mentan menekankan bahwa konsistensi produksi dan pengawasan kualitas menjadi kunci agar surplus beras tetap terjaga.

Momentum Peningkatan Produksi dan Pengawasan

Mentan meminta seluruh jajaran pusat dan daerah untuk menjaga momentum peningkatan produksi. Ia menekankan pentingnya mempercepat realisasi program cetak sawah, optimalisasi lahan, serta memastikan pengawasan berjalan efektif.

“Sekarang tugas kita mempertahankan dan meningkatkan swasembada,” ujar Mentan. 

Dengan pengawasan ketat, surplus beras yang tercipta tidak hanya akan memenuhi kebutuhan dalam negeri, tetapi juga mendorong ekspor ke negara sahabat. Pemerintah berharap langkah-langkah ini menjadikan Indonesia sebagai produsen beras tangguh dan mandiri.

Strategi swasembada berkelanjutan ini juga menjadi dasar bagi ekspansi ke sektor pertanian lain dan mendorong Indonesia untuk menjadi pemain utama dalam perdagangan pangan regional dan global. 

Dengan program berkesinambungan dan penguatan kapasitas, Indonesia siap menghadapi tantangan ketahanan pangan di masa depan.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index