Bukber Perdana Ramadan, Mendagri Tito Karnavian Sapa Pengungsi Huntara Aceh Tamiang

Jumat, 20 Februari 2026 | 11:16:28 WIB
Bukber Perdana Ramadan, Mendagri Tito Karnavian Sapa Pengungsi Huntara Aceh Tamiang

JAKARTA - Suasana Ramadan di hunian sementara (huntara) Karang Baru, Aceh Tamiang, terasa berbeda pada Kamis sore.

Di tengah deretan bangunan sederhana yang menjadi tempat tinggal sementara ratusan keluarga terdampak banjir bandang, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian hadir menyapa warga dalam agenda buka puasa bersama. Kehadiran Mendagri bukan sekadar simbolis, melainkan juga menjadi momentum penyampaian pesan pemulihan dan optimisme bagi masyarakat yang masih berjuang bangkit pascabencana.

Buka puasa bersama ini menjadi yang pertama dilaksanakan pada awal Ramadan 2026 versi pemerintah. Tito menyebut kebersamaan tersebut sebagai momen penting untuk mempererat hubungan pemerintah dengan masyarakat, khususnya mereka yang tengah menjalani masa pemulihan akibat bencana alam yang melanda wilayah Aceh Tamiang pada akhir November 2025.

“Hari ini kami melaksanakan buka puasa pertama. Bersama-sama di hari pertama di bulan Ramadhan. Versi pemerintah tentunya,” ujar Tito dalam acara buka puasa bersama masyarakat Aceh Tamiang di Karang Baru, Aceh Tamiang, Aceh, Kamis.

Ramadan sebagai Momentum Penguatan Semangat Pemulihan

Dalam kesempatan tersebut, Tito mengajak warga huntara untuk mensyukuri kesempatan berbuka puasa bersama, meski masih berada dalam situasi pemulihan. Menurutnya, Ramadan menjadi waktu yang tepat untuk memperkuat kebersamaan sekaligus membangun harapan agar kondisi masyarakat terdampak bencana dapat terus membaik.

Ia mengingatkan bahwa Aceh Tamiang merupakan salah satu wilayah yang terdampak cukup parah dalam peristiwa banjir bandang tahun lalu. Namun demikian, pemerintah pusat dan daerah terus berupaya memastikan proses pemulihan berjalan secara bertahap dan berkelanjutan.

“Pada bencana yang lalu, salah satu (daerah) yang terdampak berat adalah di Aceh Tamiang ini. Dan kita masih terus bekerja keras untuk memulihkan, bahkan insya Allah akan lebih baik,” kata Tito.

Pernyataan tersebut disampaikan untuk menegaskan bahwa pemerintah tidak berhenti pada penanganan darurat, melainkan terus mendorong pemulihan infrastruktur dan kehidupan sosial masyarakat.

Indikator Pemulihan Mulai Terlihat di Lapangan

Tito menjelaskan, pemulihan suatu kawasan tidak hanya diukur dari pembangunan hunian, tetapi juga dari berfungsinya kembali berbagai fasilitas pendukung kehidupan masyarakat. Ia menyebut kondisi jalan, jaringan listrik, akses internet, hingga aktivitas pasar dan toko sebagai indikator awal yang menandakan roda kehidupan mulai berputar kembali.

“Semua sudah pada kelihatan, tetapi belum selesai. Masih banyak yang ingin kami kerjakan,” ucap Tito.

Menurutnya, keberlanjutan pemulihan memerlukan kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, serta dukungan masyarakat. Karena itu, ia meminta warga tetap bersabar sembari pemerintah menyelesaikan pekerjaan yang masih tersisa.

Selain itu, Mendagri menekankan bahwa perhatian pemerintah tidak hanya terfokus pada pembangunan fisik, tetapi juga pemulihan ekonomi dan sosial agar masyarakat dapat kembali menjalani aktivitas secara normal.

Peran TNI Siapkan Bukber untuk Ratusan Kepala Keluarga

Buka puasa bersama di huntara Karang Baru tersebut disiapkan oleh jajaran TNI dari Kodim 0117/Aceh Tamiang. Para prajurit TNI bergotong royong menyiapkan jamuan berbuka berupa masakan khas Aceh, kuah beulangong, yang dimasak secara massal untuk ribuan porsi.

Sedikitnya 2.500 porsi kuah beulangong disiapkan untuk acara buka puasa bersama ini. Menu tersebut dipilih karena memiliki nilai kebersamaan yang kuat dan kerap disajikan dalam acara besar masyarakat Aceh.

Dandim 0117/Aceh Tamiang Letkol Arm Subhi Fitra Jaya menjelaskan bahwa kuah beulangong merupakan hidangan spesial yang sarat makna budaya.

Kuah beulangong sendiri adalah gulai khas Aceh berbahan dasar daging kambing atau sapi yang dimasak bersama nangka muda dalam kuali besar menggunakan kayu bakar. Proses memasaknya melibatkan banyak orang, mencerminkan nilai gotong royong yang kuat.

Ribuan Porsi Kuah Beulangong untuk Warga Huntara dan Sekitar

Untuk memenuhi kebutuhan buka puasa bersama, TNI menyiapkan sekitar 180 kilogram daging. Sekitar 30 personel dikerahkan khusus untuk mempersiapkan dan memasak hidangan tersebut sejak pagi hari.

Subhi menegaskan bahwa acara buka puasa ini tidak hanya ditujukan bagi penghuni huntara, tetapi juga terbuka bagi masyarakat sekitar.

“Ini jamuan untuk semua yang ada di kompleks ini, kurang lebih 600 KK. Ini (menu buka puasanya) juga gabung dengan masyarakat sekitar, bukan hanya yang di huntara saja yang bisa bergabung di sini,” ujar Subhi.

Dengan konsep kebersamaan tersebut, buka puasa perdana Ramadan di Aceh Tamiang tidak hanya menjadi agenda seremonial, tetapi juga sarana mempererat solidaritas antara warga terdampak, masyarakat sekitar, TNI, dan pemerintah.

Kehadiran Mendagri Tito Karnavian dalam kegiatan ini diharapkan dapat memberi semangat baru bagi warga huntara, sekaligus menegaskan komitmen pemerintah untuk terus mendampingi masyarakat Aceh Tamiang hingga proses pemulihan benar-benar tuntas.

Terkini