Prakiraan BMKG Rabu 18 Februari 2026 Mayoritas Daerah Diguyur Hujan

Rabu, 18 Februari 2026 | 12:39:25 WIB
Prakiraan BMKG Rabu 18 Februari 2026 Mayoritas Daerah Diguyur Hujan

JAKARTA - Aktivitas masyarakat pada Rabu, 18 Februari 2026, diperkirakan akan berlangsung di tengah cuaca yang kurang bersahabat. 

Mayoritas wilayah Indonesia berpotensi mengalami hujan dengan intensitas ringan hingga lebat, bahkan disertai petir dan angin kencang. Peringatan dini tersebut disampaikan oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui prakiraan cuaca harian.

Dalam informasi resmi yang dirilis di Jakarta, prakirawan BMKG, Vita, menjelaskan bahwa secara umum terdapat daerah konvergensi yang memanjang di sejumlah perairan Indonesia. 

Wilayah tersebut meliputi Samudra Hindia barat daya Banten, pesisir utara Australia, Laut Halmahera, Laut Sulawesi, perairan Maluku, serta Samudra Hindia Barat Aceh.

Kondisi atmosfer ini dinilai mampu meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan di sepanjang jalur konvergensi maupun konfluensi. Situasi tersebut menjadi faktor utama yang mendorong peningkatan peluang hujan di berbagai kota besar Tanah Air.

Daerah Berpotensi Hujan Lebat Disertai Petir

BMKG memprakirakan sejumlah kota besar akan berpotensi mengalami hujan dengan intensitas sedang hingga sangat lebat, yang dapat disertai petir dan angin kencang. Wilayah yang masuk dalam kategori ini antara lain Banda Aceh, Medan, Bengkulu, Jakarta, Yogyakarta, Pontianak, Banjarmasin, Palu, dan Manado.

Masyarakat di daerah-daerah tersebut diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama saat beraktivitas di luar ruangan. Hujan yang disertai petir dan angin kencang berisiko menimbulkan genangan, pohon tumbang, maupun gangguan lalu lintas.

Potensi cuaca ekstrem ini tidak terlepas dari dinamika atmosfer yang sedang aktif di kawasan Indonesia. Daerah konvergensi yang memanjang berperan dalam pembentukan awan konvektif yang berpotensi menghasilkan hujan intensitas tinggi dalam waktu relatif singkat.

Wilayah Hujan Ringan hingga Sedang

Sementara itu, beberapa kota besar lainnya diprakirakan mengalami hujan ringan hingga sedang. Kota-kota tersebut meliputi Tanjung Pinang, Palembang, Bandar Lampung, Serang, Bandung, Semarang, Surabaya, Palangka Raya, Tanjung Selor, Samarinda, Denpasar, Mataram, Kupang, Kendari, Mamuju, Makassar, Ambon, Ternate, Sorong, Manokwari, Jayapura, Jayawijaya, dan Merauke.

Meski intensitasnya lebih rendah dibanding wilayah dengan potensi hujan lebat, kondisi ini tetap perlu diantisipasi. Hujan ringan hingga sedang yang berlangsung cukup lama dapat memicu genangan air di sejumlah titik rawan.

BMKG menekankan bahwa prakiraan cuaca bersifat dinamis dan dapat berubah sesuai perkembangan kondisi atmosfer. Oleh karena itu, masyarakat disarankan memantau pembaruan informasi cuaca secara berkala melalui kanal resmi.

Wilayah Berawan dan Potensi Gelombang Tinggi

Adapun beberapa kota besar lain diprakirakan hanya mengalami kondisi berawan, di antaranya Jambi, Padang, dan Gorontalo. Meski relatif lebih aman dari potensi hujan lebat, kondisi berawan tetap dapat berubah sewaktu-waktu.

Sebelumnya pada Senin (17/2), BMKG juga mengingatkan nelayan dan pemangku kepentingan lainnya agar waspada terhadap potensi gelombang tinggi di sejumlah perairan Sumatera Utara.

"Gelombang setinggi 1.25-2.5 Meter berpeluang terjadi di sejumlah perairan di Sumatera Utara pada 18-20 Februari 2026," kata Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Kelas II Maritim Belawan Christen Marpaung.

Gelombang tinggi tersebut berpotensi terjadi di Perairan Barat Sumatra Utara, Perairan Barat Kepulauan Nias, Perairan Barat Kepulauan Batu, Perairan Timur Kepulauan Nias, Perairan Kepulauan Batu, serta Samudra Hindia barat Kepulauan Nias.

Peringatan ini menjadi perhatian penting bagi nelayan dan operator transportasi laut agar mempertimbangkan faktor keselamatan sebelum melaut. Gelombang dengan ketinggian hingga 2,5 meter dapat membahayakan kapal berukuran kecil.

Imbauan Kewaspadaan dan Antisipasi

Dengan adanya potensi hujan ringan hingga lebat yang disertai petir dan angin kencang, masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan. Pengendara kendaraan bermotor disarankan berhati-hati saat melintasi jalan licin dan menghindari berteduh di bawah pohon besar ketika terjadi hujan disertai petir.

Selain itu, warga yang tinggal di wilayah rawan banjir maupun longsor perlu memperhatikan kondisi lingkungan sekitar. Saluran air yang tersumbat dapat memperparah genangan saat hujan deras turun dalam waktu singkat.

BMKG secara rutin memperbarui informasi cuaca harian sebagai bentuk layanan publik. Masyarakat dapat mengakses prakiraan terbaru melalui laman resmi maupun media sosial BMKG untuk mendapatkan informasi yang lebih detail dan terkini.

Situasi cuaca pada 18 Februari 2026 menunjukkan bahwa sebagian besar wilayah Indonesia masih berada dalam kondisi atmosfer yang aktif. Kombinasi konvergensi dan konfluensi di sejumlah perairan memperbesar peluang terbentuknya awan hujan di berbagai daerah.

Dengan memperhatikan prakiraan dan peringatan dini yang telah disampaikan, diharapkan masyarakat dapat merencanakan aktivitas harian dengan lebih baik. Antisipasi dini menjadi langkah penting untuk meminimalkan risiko akibat cuaca ekstrem.

Itulah prakiraan cuaca terbaru untuk Rabu, 18 Februari 2026, yang menunjukkan mayoritas wilayah Indonesia berpotensi mengalami hujan ringan hingga lebat disertai petir dan angin kencang.

Terkini